1 Berpidato yang baik membutuhkan teknik berpidato yang tepat. Oleh karna itu dari keempat teknik berpidato, yakni ; Menggunakan teks, Hafalan, Impromtu, dan Ekstemporer. Pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya, diantaranya ; A. Teknik menggunakan teks. 1) Kekurangan. a) Pendengar tidak memperhatikan. b) Tidak bebas berekspres. Beritadan foto terbaru Pengenalan Drama - Bagaimana Cara Mengubah Cerpen atau Novel Menjadi Sebuah Naskah Drama? Jawaban SD Kelas 4-6 Tetapi semakin lengkap sebuah teks epilog memiliki ciri yang disebutkan, maka semakin lengkap epilog tersebut. Contoh Epilog. Agar lebih memahami bentuk, cara penggunaan, dan sifat epilog, di bawah ini akan diberikan beberapa contoh tentang epilog dalam suatu cerita, baik drama atau pun novel. Contoh Epilog Kisah Dian Umumnya teks prosedur berisi sebuah arahan atau langkah-langkah yang memberi instruksi untuk mengerjakan sesuatu. Untuk membuat teks prosedur, terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan. Apa saja ya? Kali ini, merangkum cara membuat teks prosedur yang bisa kamu terapkan secara urut. Yuk, disimak! 1. Pengertian teks prosedur. Bacajuga: Mengapa Cerpen dan Novel Bisa Diadaptasi ke Naskah Drama? Jawaban Soal TVRI SD 4-5, 4 Juni 2020. Jawabannya: Sebelum mengubah cerpen atau novel menjadi naskah drama yang terlebih dahulu harus diperhatikan adalah memahami isi cerita dengan baik. Kemudian kita tinggal mengubah peristiwa-peristiwa yang ada di dalam cerpen atau novel. MenyusunTeks Ulasan . Ruangbelajarlc – Materi Bahasa Indonesia Kelas delapan semester genap Kompetensi Dasar 4.12 (KD 4.12) Tentang menyajikan tanggapan kualitas suatu karya berupa film, cerpen, novel dan karya seni daerah dalam bentuk lisan dan tertulis.. Teks ulasan merupakan sebuah teks yang dihasilkan berdasarkan tinjauan, analisa, komentar atau Tujuandari fitur terjemahan ini untuk pengunjunga yang kesulitan memahami materi dan tidak sama sekali mengerti bahasa Sunda atau teman-teman pelajar dari luar Jawa Barat yang sedang belajar bahasa Sunda, fitur terjemahan ini bisa digunakan namun tidak 100% akurat, akan tetapi garis besarnya bisa diambil, daripada tidak mengerti samasekali. Pertunjukanteater menjadi tidak utuh tanpa tata artistik yang mendukungnya. Unsur-unsur artistik yang dimaksud meliputi, tata panggung, tata busana, tata cahaya, tata rias, tata suara, dan tata musik. Seluruhnya membantu pementasan menjadi sempurna sebagai pertunjukan. Tata panggung merupakan pengaturan di panggung selama pementasan Menulisbiografi seperti kita menceritakan tentang riwayat hidup. Bisa diri sendiri (otobiografi), bisa juga kita menuliskan untuk orang lain. Jadi penulis biografi nggak sulit kok. Ini hanya semacam komoditi dari menulis, seperti halnya puisi, cerpen, novel, atau juga artikel. Semua itu hanya jenis komoditi yang bisa kita jual kepada pembaca. Tuliskanungkapan dan artinya yang kamu temukan itu! Pembahasan kunci jawaban tema 1 kelas 2 halaman 43, tepatnya pada materi pembelajaran 6 subtema 1 Hidup Rukun di Rumah, buku tematik siswa kurikulum 2013 revisi 2017. Pembahasan kali ini merupakan lanjutan tugas sebelumnya, di mana kalian telah mengerjakan soal mengenai Apakah ayah memberi 11PizC. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Banyak sekali yang bertanya langkah-langkah atau cara menulis naskah drama. Naskah drama merupakan karya sastra yang berisi cerita tentang suatu peristiwa. Sama seperti cerpen maupun novel. Bedanya, kalau cerpen atau novel ditulis dalam bentuk naratif dan memenuhi seluruh halaman dari kiri ke kanan. Sedangkan naskah drama ditulis dalam dialog antartokoh dan anotasi penjelasan lakuan tokoh. Lalu bagaimana langkah-langkah praktis dalam menulis naskah drama? Berikut ini Tentukan ide cerita Ide cerita merupakan gambaran cerita secara umum. Pada dasarnya, ide cerita berupa sebuah konflik. Bukankah setiap cerita berisi konflik? Kalau tidak ada konflik, maka bisa dipastikan cerita itu akan membosankan. Ide cerita bisa didapatkan dari kehidupan sehari-hari, cerpen, novel, cerita rakyat, film, dan sebagainya. Misalnya, tentang siswa baru di kelas yang sering dijahili oleh teman-temannya. Atau menyadur dari karya sastra yang sudah ada, misalnya cerpen, novel, atau film. Atau mengangkat cerita rakyat yang sudah ada, misalnya dari cerita Malin Kundang, Si Kancil Mencuri Timun, Ande-ande Lumut, dsb. Bolehkah mengambil ide cerita dari karya yang sudah ada seperti cerpen atau film? Boleh-boleh saja. Banyak penulis besar yang belajar menulis dengan cara menyadur atau terinspirasi dari karya yang sudah ada. Yang penting dalam menyadur adalah tetap menjaga kode etik dalam berkarya. Masalah ini akan dibahas lain waktu kalau ingat ;2. Membuat sinopsis cerita Setelah menemukan ide cerita, tuliskan ide cerita tersebut dalam sinopsis pendek. Panjangnya sekitar setengah sampai satu halaman. Sinopsis ini berisi gambaran umum dari ide cerita yang sudah didapat. Ceritakan peristiwa yang terjadi yang menjadi sumber cerita. Dari situ dapat diketahui, peristiwa apa saja yang terjadi. Selain itu dapat diperkirakan siapa saja yang menjadi pelaku tokoh cerita, di mana saja tempat kejadiannya, dan kapan terjadinya. Dari sini pula dapat ditentukan alur plot yang Mulai menulis Yup, semua sudah tersedia! Tinggal menuliskannya saja. Tuliskan saja apa yang terpikir pertama kali di kepala. Jangan khawatar salah. Ada waktu untuk merevisi. Yang penting sekarang tuliskan saja berdasarkan sinopsis yang sudah dibuat. Jika belum memahami bentuk naskah drama, bisa melihat di bagian yang menjelaskan bentuk naskah drama. Ini juga akan dibahas di lain waktu p4. Revisi Setelah selesai menulis, kini saatnya memperbaiki. Mulai dari ejaan, tanda baca, hingga masalah ide cerita. Cerita bisa berkembang dan berubah sesuai dengan berkembangnya pemahaman. Namun, yang harus diingat dari proses revisi adalah harus ditentukan kapan saat berhenti untuk memperbaiki. Yup, bayangkan jika sebuah karya itu tidak ada benarnya, pasti tidak akan pernah terbit atau dinikmati orang lain. Jadi tentukan batas waktu memperbaiki. Tidak masalah karya kita jelek, toh kita bisa menulis lagi yang baru dan lebih bagus. Disarikan dari "Kitab Teater" karya Nano Riantiarno; "Melejitkan Otak lewat Gaya Menulis Bebas" karya Jubilee Enterprise; dan pengalaman pribadi. Bisa dilihat di Bank Naskah FS. Untuk mendapatkan koleksi naskah drama terbaru, kunjungi pula Bank Naskah FS. Lihat Pendidikan Selengkapnya Halo sobat, setelah kemarin kita mempelajari tentang Teks Anekdot sekarang kita akan menulis cara menulis naskah drama yang benar yang Wajib Kamu ketahui agar naskah drama kamu dapat terlihat lebih bagus dan keren!Drama adalah salah satu bidang dari Seni Sastra yang terdapat dalam pertunjukan drama, opera, pantomim, balet, dll dan dapat dilakukan di teater, atau di radio atau televisi. Drama sendiri berasal dari kata Dramoai yang berarti “To Act” atau melakukan sesuatu’ atau Bermain Peran dalam melakukan Karya Drama kita menjadi bagus saat di tampilkan dalam sebuah pertunjukan perlu sebuah naskah yang bagus. Dan dalam drama terdapat cara dan kaidah menulis naskah drama yang meski diikuti seperti berikut dan Cara Menulis Naskah DramaCiri – ciri DramaSebelum memulai menulis naskah drama terlebih dahulu kita harus mengetahui tiga ciri drama itu sendiri yaitu Berupa Cerita, sebuah drama mesti memiliki sebuah cerita yang dapat diikuti di Dialog, dalam sebuah drama dialog antar tokoh yang menggerakkan dipentaskan, tentu saja sebuah drama dibuat untuk ditampilkan di depan umum bukan ?Struktur Drama AdalahBerbeda dengan Seni sastra lain, drama mempertimbangkan banyak hal berkaitan dengan penyajian di atas panggung, Nah disitulah, Struktur digunakan oleh penulis skenario untuk mempermudah mereka dalam berikut ini adalah struktur dalam menurut KBBI adalah adegan singkat ataupun Narasi pembuka yang ada dalam cerita. Prolog adalah bagian pengantar atau pembuka dalam sebuah cerita. Dalam prolog biasanya kamu akan menceritakan tentang gambaran umum cerita dibacakan saat akan memulai pertunjukan adalah percakapan yang melibatkan tokoh-tokoh drama yang dapat menggambarkan kehidupan dan watak tokoh, problematikan hidup yang dihadapi, dan cara tokoh dalam menyikapi persoalan hidupnya. Dalam drama dialog digunakan sebagai pendorong juga dapat berupa monolog atau sebuah cara penyampaian dialog oleh satu orang pemain sajaEpilogEpilog merupakan ending atau akhir dari cerita, dimana kita menceritakan inti sari dan penyelesaian konflik yang dialami oleh para tokoh dalam – Unsur dalam DramaDalam menulis Naskah Drama terdapat beberapa unsur – unsur yang harus kamu perhatikan diantaranya TemaTema adalah bahasan dasar yang ingin dibicarakan oleh kamu sebagai penulis naskah drama. Tema merupakan inti cerita dalam sebuah drama. Unsur ini yang membangun gagasan pokok dalam drama yang menjadi dasar dan sudut pandang yang akan coba kamu AlurAlur adalah rangkaian peristiwa yang dijalin sedemikian rupa untuk menjalankan cerita, dari awal, tengah, hingga mencapai klimaks dan akhir garis besar, plot drama dapat dibagi menjadi beberapa bagian yaituPemaparan atau eksposisi – Pada bagian pembuka ini diceritakan mengenai tempat, waktu dan segala situasi dari para tokoh awal atau konflik awal – Di bagian ini mulai dimunculkan konflik awal atau masalah yang perlu di pecahkan tokoh untuk menjalankan jalan dan krisis – cerita mulai terbangun dan tokoh cerita melewati krisis demi krisis. Clousure atau Penyelesaian – Pada tahap Tokoh mulai mendapatkan momen atau peristiwa yang dapat memecahkan persoalan yang tengah – Sikap dari para Tokoh atas konflik yang sudah mereka tiga jenis alur dalam drama, yaituSirkuler alur cerita yang berkisar pada satu peristiwa memiliki alur berurutan, biasanya berdasarkan urutan waktu kejadian dan disusun secara alur cerita yang terpisah dalam bagian episode namun bertemu kembali di akhir adalah dalam drama berbeda dengan karya sastra lainnya. Dalam Drama Dialog berguna untuk menggiring tokoh dalam konflik atau menjalankan cerita atau juga berguna untuk membangun ekspresi, emosi, pemikiran, pembentukan karakter, bahkan motivasi gerakan yang dilakukan oleh tokoh bertugas mengaktualisasikan cerita atau naskah drama di atas pentas. Dalam drama Tokoh dan Dialog berguna untuk menjalankan alur sebuah cerita. Tokoh berkaitan erat dengan penokohan atau perwatakan. Perwatakan tersebut dapat diidentifikasi dari dialog diucapkan atau ekspresi dan gerak-gerik di dalam cerita ada beberapa loh! Dan menjadi terbagi ke dalam beberapa bentuk yaitu Protagonis, tokoh utama yang menggerakkan plot alur cerita dari awal sampai antagonis adalah tokoh yang menentang keinginan dari tokoh adalah tokoh yang dipercaya oleh tokoh biasa menjadi penyelesai atau pemberi solusi atas apa yang dialami tokoh adalah tokoh pembantu yang menjadi Sidekick tokoh protagonis ataupun antagonis yang berguna untuk menyusahkan atau membantu tokoh adalah tokoh provokator yang digunakan untuk menggerakkan tokoh adalah tokoh pembantu atau setting merupakan gambaran waktu, tempat, suasana, atau ruang dalam drama. Kamu sebagai Penulis naskah drama harus mempertimbangkan latar tempat apa yang ingin kamu tampilkan. Selalu perhatikan kemungkinan tempat dimana dramamu akan pesan tersirat yang coba kamu sampaikan sebagai penulis naskah drama. Tapi Penonton dapat menafsirkan sendiri pesan moral yang terkandung dalam naskah yang dibaca atau drama yang Kebahasaan DramaDalam menulis naskah drama ada beberapa kaidah yang harus diperhatikan dalam menulis naskah drama yaitu Berupa dialogMenggunakan tanda petik pada dialogMenggunakan kata ganti orang ketiga pada bagian prolog atau kata ganti orang pertama dan kedua pada dialogMenggunakan konjungsi temporal seperti sebelum, sekarang, setelah itu, mula-mula, kemudianBanyak memakai kata kerja untuk menggambarkan suatu peristiwa menyuruh, menyingkirkan, menghadapJuga memakai kata kerja untuk menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh menginginkan, mengharapkan, mengalamiMenggunakan kata-kata sifat untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau suasana ramai, bersih, hebatContoh Drama Kenapa Kamu Menangis ?Sumber biasa saat akan pulang sekolah. Akhas berjalan melewati sebuah gang menuju rumahnya, saat berjalan pulang dia menemukan gadis yang dia suka, Salsa tengah berjalan sambil menangis. Awalnya Akash tak ingin menggangu gadis itu. Dia malu. Tapi kali ini dia mencoba memberanikan diri, karena dia tak ingin gadis itu terus menangisAkash Mencoba mendekat ke salsa “Sa, kamu kenapa?”Salsa Dengan suara acuh dan tangan yang mencoba menghapus air mata “enggak apa – apa.”Akash “kamu bohong, sudah jelas kamu sedang tidak baik – baik saja. ?”Salsa yang awalnya tak ingin di ganggu, berhenti berjalan. Dia menatap teman yang sekelasnya itu. Wajahnya terlihat sangat khawatir. Hati Salsa pun “Aku ada masalah, Kas!”Akash “Masalah? Masalah apa, Sa? kamu bisa cerita sama aku, mungkin aku bisa bantu.”Salsa sekali lagi melihat temannya “Udahlah, ini rumit. Aku enggak ingin membuatmu repot”Akash “Semua masalah itu rumit. Dan akan semakin rumit jika kamu simpan itu sendiri, jadi percaya sama aku. Kamu bisa cerita apapun ? Akash TersenyumSalsa Tertunduk lemas, nada pelan “Sudah beberapa hari ini orang tua ku selalu tak akur. Mereka bertengkar setiap hari Salsa terdiam, aku stress Kash”Akash “Kalau boleh tahu. Kenapa mereka bertengkar pertengkaran mereka?”Salsa salsa menggelengkan kepalanya pelan “Tidak jelas. Katanya mereka sudah tidak sehati lagi.”Akasha “Sabar ya, Sa. Terus berdo’a dan berusaha, meski sulit tapi coba mulai mengajak mereka bicara dari hati ke hati.”Salsa “Maunya sih begitu, tapi apa mungkin? Mereka saja tak pernah mengajakku bicara, mereka egois. Aku enggak tahu harus bicara sama siapa ?” Air matanya kembali berlinangAkasha “ aku yakin mereka pasti mau bicara denganmu juga, karena kamu adalah anak kesayangan mereka. Tapi Kamu bisa cerita sama aku,” Menggenggam Tangan Salsa”Salsa “Iya. Tapi apa kamu mau mendengar cerita sedihku setiap hari ?”Akasha “Setiap orang pasti mengalami masa-masa sulit, tapi kadang butuh orang lain untuk mendengar cerita mereka, dan kamu bisa menjadi orang yang mendengar masalah mereka”Salsa “Kamu benar,”Akasha “Tidak ada masalah tanpa solusi, begitupun masalah kamu. Meski ini menyangkut orang tua, pasti ada jalan keluarnya, percaya sama aku. Berdo’a pada yang di atas agar semua bisa kembali seperti semula.”Salsa “Makasih ya, Kash. Aku sedikit lega. Aku janji, akan mencoba berbicara pada mereka tanpa putus asa.”Aksaha “Janji?” mengacungkan kelingkingnyaSalsa “Janji.”Persahabatan yang tak hari Rabu Gina, Sinta, Putri dan Nia membersihkan kelas karena hari Rabu adalah jadwal piket “Sinta ..tolong kamu hapus papan tulis itu!”Sinta”Oke..Gina,tapi muka kamu kok pucat?”sambil menghapus papan tulis Gina”Perut aku lagi sakit”Putri”ya sudah aku antar kamu ke ruang UKS ya?”Gina “Aduhhh..gimanaya?”kebingungan Putri”Sudahlah, aku antar kamu…ayo”Gina”Tapi..tapi”Putri”Dari pada kamu makin kesakitan?Gak perlu khawatir di UKS ada obat sakit perut.”Gina”oke..aku mau ke UKS”Putri”Ayoo”merangkul bahu Gina dan mengantar Gina ke UKSNia”Sin..ada apa dengan Gina?”Sinta”Ohh..Gina, dia sakit Putri membantu dia ke UKS”Tiba – tiba Anton yang telat masuk ke Sorii ..soriii aku terlambat karena kakek aku tiba mendadak sakit. Jadi aku harus mengantar kakek untuk berobat ke rumah sakit dulu.”Nia”Gak apa – apa Anton.. kebetulan pekerjaannya sudah selesai”Anton”Tunggu…tunggu…..ke mana Gina dan Putri?”Sinta” Gina sakit perut, jadi Putri mengantarnya ke UKS.”Anton”Oh..begitu”Lalu Putri kembali ke kelas, dan langsung mendekati Anton kok kamu telat?”Anton” Sori Put, tadi pagi kakek aku mendadak sakit jadi aku harus mengantar kakek untuk berobat ” okelah, kalau begitu, lain kali jangan terlambat lagi iya.”Anton ” tentu putri.”Baca juga Contoh Kata PengantarDan itulah kawan cara menulis naskah drama beserta contohnya. Semoga dapat membantu kamu dalam menuliskan drama yang bagus. Hingga dapat ditampilkan di depan banyak follow and like us Teks drama adalah teks yang bermuatan kisah atau cerita yang dikemas melalui dialog untuk dibawakan melalui seni peran atau akting sehingga dapat menggambarkan cerita dan berbagai peristiwa yang disajikan dalam suatu pentas drama. Pengertian tersebut diperkuat oleh pendapat ahli Tim Kemdikbud 2017, hlm. 235 yang mengemukakan bahwa drama adalah sebuah cerita atau kisah yang menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku akting atau dialog yang dipentaskan. Senada dengan pendapat di atas, Kosasih 2017, hlm. 132 memaparkan pula bahwa drama adalah bentuk karya sastra yang bertujuan untuk menggambarkan kehidupan dengan menyampaikan pertikaian dan emosi melalui lakon dan dialog. Sementara itu menurut Waluyo 2002, hlm. 2 naskah drama merupakan salah satu genre karya sastra yang sejajar dengan prosa dan puisi namun bentuknya berbeda. Artinya, drama adalah salah satu bentuk lain dari sastra, dan sebagai salah satu genre sastra, drama memiliki keunikan tersendiri. Salah satu keunikan teks drama adalah tidak hanya diciptakan untuk dibaca saja, namun juga harus dapat dipentaskan oleh para tokoh atau lakonnya. Untuk memperjelas keunikan dari drama mari simak apa saja ciri dari teks drama di bawah ini. Ciri-Ciri Teks Drama Sebagai salah satu genre sastra, drama memiliki beberapa ciri pembeda yang hanya terdapat pada genrenya saja. Beberapa ciri-ciri dari teks drama adalah sebagai berikut. Memuat dialog atau percakapan yang dapat dibawakan oleh pemeran atau lakon drama. Mengandung cerita, kisah, atau narasi yang sampaikan melalui dialog atau percakapan antar tokohnya. Teks memiliki petunjuk khusus yang harus dilakukan oleh pemerannya, seperti mengatur ekspresi marah atau senang, melakukan aksi berlari/melompat, dsb. Karena drama secara eksklusif menggunakan dialog sebagai isinya, maka penulisan percakapan tidak usah menggunakan tanda petik “”. Struktur Teks Drama Seperti jenis teks lainnya, kita juga dapat membagi berbagai bagian-bagian yang membentuk sebuah teks drama. Bagian-bagian tersebut disusun secara terstruktur dan sistematis, serta dapat menjadi bahan pertimbangan dalam proses kreatif penulisan drama. Bagian-bagian pembangun drama tersebut disebut sebagai struktur teks drama. Menurut tim Kemdikbud 2017, hlm. 237 struktur teks drama adalah sebagai berikut. Prolog, adalah kalimat atau kata-kata pembuka, pengantar, maupun latar belakang cerita, yang biasanya disampaikan oleh dalang atau tokoh tertentu yang telah di set dalam teks drama. Orientasi,merupakan pengenalan dan pengaturan aksi dan tempat yang meliputi pengenalan tokoh, menyatakan situasi dan cerita, hingga permulaan dalam mengajukan konflik yang akan terjadi dalam kisah yang dibawakan dalam drama. Komplikasi,atau disebut juga sebagai bagian tengah cerita yang mulai mengembangkan konflik. Pada bagian ini tokoh utama akan menemukan berbagai rintangan antara ia dan tujuan atau keinginannya. Tokoh juga kerap mengalami berbagai kesalahpahaman dalam perjuangannya untuk menghadapi berbagai rintangan tersebut. Resolusi denouement, yakni penyelesaian dari komplikasi atau berbagai rintangan yang menghalangi tokoh utama. Bagian ini harus muncul secara logis dan sesuai dengan berbagai komplikasi atau klimaks puncak konflik yang menyekat komplikasi dan resolusi yang sebelumnya telah dihadirkan. Epilog,merupakan bagian penutup dari drama berupa kata-kata penutup yang berisi simpulan atau amanat mengenai keseluruhan isi drama. Bagian ini pun biasanya disampaikan oleh dalang atau tokoh tertentu. Sebagai bahan bandingan untuk memperkuat pemahaman mengenai struktur drama, berikut adalah pendapat Endraswara 2011, hlm. 21 mengenai struktur drama. Babak, ialah bagian dari naskah drama itu yang merangkum semua peristiwa yang terjadi di suatu tempat pada urutan waktu tertentu dalam drama. Adegan, yakni bagian dari babak yang batasnya ditentukan oleh perubahan peristiwa yang berhubungan dengan datang dan perginya seorang atau lebih ke atas pentas. Dialog, adalah bagian dari naskah drama yang berupa percakapan antar satu tokoh dengan yang lainnya untuk menceritakan kisah yang dibawakan. Prolog, merupakan bagian naskah yang ditulis penulis pada bagian awal dan pengantar naskah yang dapat berisi satu atau beberapa keterangan, hingga pendapat penulis mengenai kisah yang akan disajikan. Epilog, yakni penutup drama, biasanya diisi oleh pembawa acara. Berbeda dengan tim Kemdikbud, Endraswara mengakomodasi berbagai struktur penyokong utama dari teks drama seperti adegan dan pentas. Sementara itu tim Kemdikbud mengerucut pada drama sebagai produk teks yang menyatakan cerita. Keduanya benar namun memiliki pertimbangan yang berbeda dalam membahas teks drama. Pada akhirnya, melalui perbandingan di atas kita dapat memperkuat khazanah pemahaman terhadap struktur drama dengan lebih baik. Bentuk Drama Jenis Menurut tim Kemdikbud 2017, hlm. 243 terdapat beberapa bentuk atau jenis drama. Jenis-jenis drama tersebut adalah sebagai berikut. Berdasarkan bentuk sastra cakapannya a Drama puisi, yaitu drama yang sebagian besar cakapannya disusun dalam bentuk puisi atau menggunakan unsur-unsur puisi; b Drama prosa, yaitu drama yang cakapannya disusun dalam bentuk prosa. Berdasarkan sajian isinya a Tragedi drama duka, yaitu drama yang menampilkan tokoh yang sedih atau muram, yang terlibat dalam situasi gawat karena sesuatu yang tidak menguntungkan; b Komedi drama ria, yaitu drama ringan yang bersifat menghibur, walaupun selorohan, di dalamnya dapat bersifat menyindir, dan yang berakhir dengan bahagia; c Tragikomedi drama dukaria, yaitu drama yang sebenarnya menggunakan alur dukacita tetapi berakhir dengan kebahagiaan. Berdasarkan kuantitas cakapannya a Pantomim, yaitu drama tanpa kata-kata; b Minikata, yaitu drama yang menggunakan sedikit sekali kata-kata; c Dialog-monolog, yaitu drama yang menggunakan banyak kata-kata. Berdasarkan besarnya pengaruh unsur seni lainnya a Opera, yaitu drama yang menonjolkan seni suara atau musik; b Sendratari, yaitu drama yang menonjolkan seni drama dan tari; c Tablo, yaitu drama tanpa gerak atau dialog. Bentuk-bentuk lain alternatif/khas a Drama absurd, yaitu drama yang sengaja mengabaikan atau melanggar konversi alur, penokohan, dan tematik; b Drama baca, naskah drama yang hanya cocok untuk dibaca, bukan dipentaskan; c Drama borjuis, drama yang bertema tentang kehidupan kaum bangsawan muncul abad ke-18; d Drama domestik, drama yang menceritakan kehidupan rakyat biasa; e Drama duka, yaitu drama yang khusus menggambarkan kejahatan atau keruntuhan tokoh utama; f Drama liturgis, yaitu drama yang pementasannya digabungkan dengan upacara kebaktian gereja di Abad Pertengahan; g Drama satu babak, yaitu lakon yang terdiri atas satu babak, berpusat pada satu tema dengan sejumlah kecil pemeran gaya, latar, serta pengaluran yang ringkas. Unsur Teks Drama Drama merupakan teks yang terbentuk pula oleh banyak unsur yang berpadu di dalamnya. Berikut adalah pemparan unsur-unsur drama menurut tim Kemdikbud 2017, hlm. 245. Latar Latar adalah keterangan mengenai tempat, waktu, dan suasana di dalam naskah drama yang meliputi Latar tempat, yaitu penggambaran tempat kejadian di dalam naskah drama, seperti di rumah, medan perang, di meja makan; Latar waktu, yaitu penggambaran waktu kejadian di dalam naskah drama, seperti pagi hari pada tanggal 17 Agustus 1945; Latar suasana/budaya, yaitu penggambaran suasana ataupun budaya yang melatarbelakangi terjadinya adegan atau peristiwa dalam drama. Misalnya, dalam budaya Jawa, dalam kehidupan masyarakat Betawi, Melayu, Sunda, Papua. Penokohan Penokohan adalah watak dari suatu tokoh yang memiliki peran di dalam suatu drama. Tokoh-tokoh dalam drama diklasifikasikan sebagai berikut. Tokoh gagal atau tokoh badut the foil Tokoh ini yang mempunyai pendirian yang bertentangan dengan tokoh lain. Kehadiran tokoh ini berfungsi untuk menegaskan tokoh lain itu. Tokoh idaman the type character Tokoh ini berperan sebagai pahlawan dengan karakternya yang gagah, berkeadilan, atau terpuji. Tokoh statis the static character Tokoh ini memiliki peran yang tetap sama, tanpa perubahan, mulai dari awal hingga akhir cerita. Tokoh yang berkembang, misalnya, seorang tokoh berubah dari setia ke karakter berkhianat, dari yang bernasib sengsara menjadi kaya raya, dari yang semula adalah seorang koruptor menjadi orang yang saleh dan budiman. Dialog Tentunya dialog adalah percakapan yang terjadi antartokoh dalam suatu drama. Dalam drama, percakapan atau dialog haruslah memenuhi dua tuntutan, yakni sebagai berikut. Dialog harus turut menunjang gerak laku tokohnya. Dialog haruslah dipergunakan untuk mencerminkan apa yang telah terjadi sebelum cerita itu, apa yang sedang terjadi di luar panggung selama cerita itu berlangsung; harus pula dapat mengungkapkan pikiran-pikiran serta perasaan-perasaan para tokoh yang turut berperan di atas pentas. Dialog yang diucapkan di atas pentas lebih tajam dan tertib daripada ujaran sehari-hari. Tidak ada kata yang harus terbuang begitu saja; para tokoh harus berbicara jelas dan tepat sasaran. Dialog itu disampaikan secara wajar dan alamiah. Tema Tema adalah gagasan utama yang menjalin struktur isi drama. Tema dalam drama menyangkut segala persoalan, baik itu berupa masalah kemanusiaan, kekuasaan, kasih sayang, kecemburuan, dan sebagainya. Tema jarang dinyatakan secara tersirat. Oleh karena itu, untuk mengetahui dan merumuskan tema drama, kita perlu mengapresiasi drama secara menyeluruh terhadap berbagai unsur karangan itu. Pesan atau amanat Unsur ini merupakan ajaran moral didaktis yang disampaikan drama itu kepada pembaca/penonton. Amanat tersimpan rapi dan disembunyikan pengarangnya dalam keseluruhan isi drama. Kaidah Kebahasaan Teks Drama Kaidah atau ciri kebahasaan teks drama yang paling kuat adalah di dalamnya hampir semua berupa dialog atau tuturan langsung para tokohnya. Sehingga, kalimat-kalimat yang tersaji di dalamnya hampir semuanya berupa dialog atau tuturan langsung para tokohnya. Karena drama banyak menggunakan tuturan langsung, maka sebagaimana halnya percakapan sehari-hari, dialog dalam teks drama sering kali menggunakan kosakata percakapan, seperti oh, ya, aduh, sih, dong. Selain itu, menurut tim Kemdikbud 2017, hlm. 264 teks drama memiliki ciri-ciri kebahasaan sebagai berikut. Banyak menggunakan kata yang menyatakan urutan waktu konjungsi kronologis seperti sebelum, sekarang, setelah itu, mula-mula, kemudian. Banyak menggunakan kata kerja yang menggambarkan suatu peristiwa yang terjadi, contohnya menyuruh, menobatkan, menyingkirkan, menghadap, beristirahat. Banyak menggunakan kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh, contohnya merasakan, menginginkan, mengharapkan, mendambakan, mengalami. Menggunakan kata-kata sifat descriptive language untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau suasana, seperti misalnya, rapi, bersih, baik, gagah, kuat. Referensi Endraswara, S. 2011. Metode pembelajaran drama. Yogyakarta CAPS. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Buku Siswa Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAN Kelas XI. Jakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kosasih, E. 2017. Jenis-jenis Teks. Bandung Penerbit Yrama Media. Waluyo, H. J. 2002. Drama teori dan pengajarannya. Yogyakarta Hanindita.