MembangunPerasaan Positif 1 Jadilah diri sendiri. Ketika kita mencoba menjadi orang lain, hal tersebut akan menambah stres, rasa bersalah, dan ketidakbahagiaan ke dalam hidup kita. Kita selalu berharap untuk menjadi orang yang berbeda dari diri kita sekarang, namun bukan begitu cara kerjanya! Kolose3:15." Damai sejahtera bermula di dalam hati, bukan di bagian eksternal atau interaksi dengan sesama kita. Orang yang berusaha menunjukkan damai sejahtera tanpa benar-benar dipenuhi damai itu, pasti sangat lelah. Damai sejahtera tidak pernah dimaksudkan untuk konsumsi pribadi pula, tujuannya adalah untuk kebutuhan hidup bersama. Tetapisetelah selesai berdoa, Tuhan Yesus mendapatkan kekuatan dan damai sejahtera yang luarbiasa untuk menjalani semua proses penyaliban. Doa itu luarbiasa! Doa membuat damai sejahtera yang melampaui segala akal memelihara hati dan pikiran kita. Ada banyak orang minum obat mahal untuk menenangkan hati, tetapi doa adalah "obat" yang paling BIASAKANBERSABAR DAN BERSIKAP LEMBUT. "Dengan kesabaran, seorang komandan dibujuk, dan lidah yang lemah lembut dapat mematahkan tulang." — Amsal 25:15. "Pertengkaran pasti terjadi, tapi hasil akhirnya bergantung sikap kita. Kita harus benar-benar sabar dan masalah pasti bisa selesai." —G. A., telah menikah selama 27 tahun. Untukmewujudkan kelurga yang nyaman dan damai, kita harus memperhatikan hal-hal berikut: 1. Tidak Adanya Kebohongan Dalam satu keluarga, janganlah saling membohongi pasangan masing-masing. Saling terbuka dan saling menghargai satu sama lain. Maka kebohongan akan terhindar. 2. Rasa Saling Percaya Pembacayang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, RAHASIA hidup dalam DAMAI SEJAHTERA adalah belajar MELIHAT Allah turut bekerja dalam segala perkara untuk MENDATANGKAN KEBAIKAN APLIKASI 1. Apa yang dimaksud dengan melihat Allah turut bekerja dalam segala perkara? 2. Mengapa Anda perlu belajar melihat Allah bekerja dalam situasi yang Anda hadapi? 3. Bagaimanapun juga, bacaan pertama itu kiranya menekankan dua pokok yang sama, yakni pertama, kesaksian para rasul yang dituruntemurunkan dalam suasana ibadat, dan yang kedua, kepekaan sosial, termasuk di sini kemampuan untuk hidup damai bersama dengan orang-orang yang mempunyai kepercayaan serta cara hidup yang lain. Bagaimanacara mendapatkan damai sejahtera Allah dalam hidup Anda? Damai sejahtera-Nya bukanlah sesuatu yang Anda usahakan atau minta. Itu merupakan anugerah yang Anda terima dengan iman. Berpalinglah kepada Tuhan di dalam doa. Katakan pada-Nya apa yang ada di pikiran Anda. Renungkan hal ini: DanKolose 3:15 memberitahu kita bahwa kita dipanggil untuk hidup di dalam damai sejahtera. Kita dipanggil untuk masuk ke dalam damai sejahtera karena kita dipanggil untuk menjadi kudus. Perjanjian Lama Menegakkan Hal yang sama Kita menemukan prinsip yang persis sama di Perjanjian Lama. Sejalandengan Mazmur 133 yang mengatakan Indahnya Persaudaraan yang rukun demikian juga Indahnya membangun paradigma Inklusif bagi kita semua," tandas Dawan.Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) bersama Wahana Visi Indonesia (WVI) dan Persekutuan Gereja-gereja di Papua (PGGP) mengadakan Pelatihan Membangun t2ync13. 1 min readMaret 2023 6-12 MARET 2023Mazmur 1271"Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. 1. Seringkali kita fokus untuk menjaga harta yang kita miliki di bumi dan melupakan hal yang paling penting yaitu menjaga hati. Kita memberikan pengawasan dan membuat sistem penjagaan yang terbaik untuk harta duniawi kita, tetapi kita cenderung membiarkan hati kita tidak terjaga. Hal tersebut membuat iblis dengan mudahnya masuk dan merenggut seluruh kehidupan yang kita miliki serta membuat damai sejahtera hilang dari pada kehidupan karena itu, kita harus fokus untuk menjaga hati kita untuk Tuhan karena itulah kehidupan kekal yang 1010"Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan."2. Bagaimana cara menjaga hati dan memiliki kehidupan yang dipenuhi oleh damai sejahtera?Menyerahkan hati dan pikiran kita hanya kepada Tuhan bukan kepada Tuhan yang dapat memberikan kehidupan yang penuh dengan damai sejahtera, kedamaian yang berbeda dari kedamaian yang diberikan oleh dunia yang tidak dapat digantikan oleh apapun juga dan hanya Tuhan yang mampu menjaga hati 47Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Yohanes 1427"Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu."RenunganApakah kita sudah sungguh-sungguh menjaga hati kita atau justru kita fokus untuk menjaga segala sesuatu yang kita miliki di bumi dan melupakan untuk menjaga hati kita?Referensi1. Materi Presentasi2. Materi RangkumanLatest Hidup dalam damai adalah rindu tiap manusia. Tetapi di manakah menemukan dan bagaimanakan memilikinya, mengingat Dunia di mana kita berada adalah dunia yang tidak ada damai. Yang ada hanya kejahatan. Kejahatan bergerak dan berkembang dengan leluasa. Peperangan, pembunuhan, penindasan, penganiayaan, fitnahan terus terjadi. Tidak sedikit manusia menjalani hari-hari mereka dengan penuh pertengkaran, kebencian dan tanpa sukacita. Mereka mengalami dan menjalani hari-hari dengan tidak menyenangkan. Damai tidak mereka rasakan. Manusia berupaya mencari dan membangun damai melalui kecantikan, ketampanan, kesehatan, karier atau peklerjaan, materi atau finansial jabatan atau kekuasaan dalan lain sebagainya. Namun semuanya menghasilkan damai yang imitasi. Karena ternyata di saat yang sama di sana terdapat ketidakdamaian. Damai manusia dibangun di atas kefanaan dan hanya bersifat kesementaraan. Hidup dalam damai adalah anugerah Allah bagi orang yang kepadaNya Dia berkenan. Tanpa kasih karunia Allah, manusia hanya hidup dalam damai yang palsu. Yaitu damai yang dibangun di atas hawanafsu yang mematikan. Tetapi oleh dan di dalam kasih karunia Tuhan, oleh Yesus Kristus, orang percaya hidup dalam damai yang sesungguhnya. Yaitu damai yang dari surga. Itu adalah pemberian Allah dalam diri Yesus Kristus. Kepada para muridNya, Yesus berkata; “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu” Yoh. 1427. Kita orang percaya memang tinggal di dunia yang menampilkan berbagai kejahatan dan yang tidak memiliki damai. Kita dengan mudah melihat dan mendengar tetapi jangan terjebak di dalamnya apalagi menjadi pemeran di dalam kejahatan yang meniadakan damai. Menciptakan suasana kasih tidak hanya akan memutuskan permusuhan dan meredakan amarah, tetapi juga pada saat yang sama dapat membawa kita lebih dekat pada Allah. Memberi cinta sebagai ganti sakit hati menjadi lebih mudah bagi mereka yang telah diperdamaikan oleh Allah dalam Kristus Yesus. Karena kasih dan damai dari Allah telah mengaliri seluruh sendi kehidupan mereka. Dan mereka dengan tanpa beban melakukan itu. Sekali seseorang belajar untuk menahan diri, maka selanjutnya ia dengan lebih mudah menemukan melakukan lagi dan lagi. Tetapi jangan terjebak. Kita tidak berbicara tentang damai yang murahan. Yang tanpa harga. Damai yang kita miliki adalah damai yang mahal. Damai yang telah mengorbankan Nyawa yang mahal. Dia adalah Anak Tunggal Allah, yang rela turun ke dunia, tinggalkan tahta dan kemuliaan-Nya. Hiduplah dalam damai-Nya dan bertempurlah dengan tiada hentinya. Karena siapa yang takut masuk dalam pertempuran di dalam damai-Nya niscaya ia memperoleh kebenaran dan sukacita yang dari pada-Nya. Kita telah dipanggil untuk hidup dalam damai sejahteranya Allah, dan membawa damai kepada orang-orang di sekitar kita. Karena kita telah hidup dalam damainya Allah. Kepada orang-orang di Korintus, Paulus menasihatkan supaya mereka sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu 2 Kor. 1311. Tidak perlu seorang yang jenius untuk tahu bahwa cara pertama menciptakan kasih dan damai, cara kedua, kepahitan dan kegeraman, kita perlu anugerah Allah untuk bertindak berdasarkan pengetahuan itu melakukan yang baik dan mengasihi, bahkan dalam perbedaan pendapat. Jika hormat dan keramahan ditunjukkan, kasih dapat berkembang meskipun ada perbedaan. Tetapi terlalu banyak perpecahan dalam hidup atau di antara manusia karena perbedaan pendapat yang dilubangi oleh senjata api dari pada dirajut dengan kebaikan dan saling menghormat. Biarlah salah satu ucapan Tuhan Yesus “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah” Mat. 59 akan menjadi bagian dari hidup kita. Amin